Kekuatan Pemuda Digital Indonesia

Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) bersama Sobat Cyber Indonesia (SCI) menyelenggarakan Forum Groub Discussion dengan tema Outlook Indonesia Digital Youth Power di Hotel Aston Cengkareng. Acara yang bertepatan dengan peringatan hari sumpah pemuda itu bertujuan meningkatkan kekuatan pemuda Indonesia di era digital.


91 tahun melalui sumpah pemuda dalam Kongres Pemuda II, digelorakan semangat pemuda untuk berjuang meraih kemerdekaan. Selain itu disemua peristiwa penting bangsa ini tidak terlepas dari peran pemuda, begitupun di era digital seperti saat ini.


Indonesia yang kini menyambut bonus demografi, harus tepat dalam mengambil langkah agar besarnya angka penduduk di usia produktif dapat dimanfaatkan secara maksimal. Seperti yang dilakukan jepang pada tahun 1950, saat jepang menghadapi bonus demografi. Saat itu penduduk Jepang dengan rentang usia 15-64 tahun sebesar 59%, dengan pemanfaatan teknologi saat itu membuat Jepang menjadi salah satu negara maju.
Indonesia kini menghadapi kondisi serupa, menurut Badan Pusat Statistik, diperkirakan pada tahun 2020-2025 jumlah penduduk usia produktif mencapai 64%.

BSSN dan SCI melihat perlunya peningkatan peran pemuda dalam meningkatkan SDM dan ekosistem digital yang sehat sebab pemuda menjadi penentu masa depan negeri ini digantungkan.

Forum yang menghadirkan Handoyo dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Al Akbar Rahmadillah selaku founder Sobat Cyber Indonesia, dan Denny Irawan sebagai kepala kajian strategis PPI Asia Oseania itu mendorong pemuda agar dapat berperan aktif.


Pada pembukaan Anton Setiyawan, yang merupakan Direktur Proteksi Ekonomi Digital BSSN menekankan bahwa kemajuan dunia digital kedepannnya akan ditentukan oleh para pemuda sehingga perlu penguatan kualitas pemuda agar dapat membawa dunia digital menjadi sehat.
Founder Sobat Cyber Indonesia, Al Akbar menjelaskan digital inclusion yaitu pemberian kesempatan kepada setiap orang untuk mempunyai akses internet dan memperoleh benefit baik sosial ataupun ekonomi.


“Conectivity yaitu keterhubungan masyarakat Indonesia terhadap layanan internet, serta masyarakat dapat menjangkaunya secara layanan internet, perangkat, dan kemudahan memperolehnya.

Setelah masyarakat mampu mengakses internet, peningkatan skill dan awereness yakni kemampuan dan pemanfaatan internet sehingga dapat memanfaatkannya dengan baik. Local related content yakni ketersediaan konten lokal untuk digunakan dan dimanfaatkan. Selain itu aspek security and sovereignty atau keamaan dan kedaulatan intenet pun harus diperhatikan. Dengan 5 aspek tersebut, benefit dari internet dapat dirasakan masyarakat dan bangsa Indonesia.” Ujar Al Akbar.


Handoyo menerangkan “saat banyak terjadi efisiensi tenaga kerja karena beberapa bidang kini sudah didigitalisasi, tetapi banyak pula pekerjaan yang tercipta. Maka perlu dilakukan pembekalan agar SDM memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan digital sehingga kemajuan teknologi bukan menjadi bumerang.”
Selain itu Ia menjelaskan banyaknya keuntungan yang dapat diperoleh dari dunia digital. “Berdasar laporan keuangan Facebook, perusahaan yang bergerak dibidang media sosial itu memperoleh keuntungan sebesar $10/user setiap tahunnya.”
Jika diakumulasikan dengan jumlah pengguna facebook di Indonesia sebanyak 171,17 juta pengguna, maka keuntungan setiap tahunnya sebesar $ 1.711.700.000 atau sekitar 23.963.800.000.000 rupiah dalam satu tahun.


Keuntungan tersebut menunjukan bahwa Indonesia adalah pasar yang besar dalam industri digital, tetapi selama ini belum dapat diserap maksimal oleh industri dalam negeri. “Diperlukan penguatan industri dalam negeri pada sektor ekonomi digital, agar Indonesia bukan hanya menjadi pasar ekonomi digital tapi juga mampu memperoleh manfaat dari ekonomi digital.” Ujar Denny melalui jaringan skype.


Denny yang tengah melanjutkan pendidikan di Australia itu menjabarkan perlu ditingkatkan produksi ekonomi digital padat karya. Kurikulum pun harus disesuaikan dengan perkembangan digital, dan kesadaran pelaku industri agar Bangsa Indonesia memanfaatkan ekonomi digital.
Dengan kegiatan bertajuk Outlook Indonesia Digital Youth Power diharapkan dapat meningkatkan peran pemuda Indonesia untuk mendorong pencapaian kesejateraan bangsa melalui digital.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *