Apakah Indonesia Siap Dengan 5G??

5G atau fith Generation (Generasi kelima) adalah sebuah istilah yang digunakan untuk menyebut generasi kelima sebagai fase berikutnya dari standar telekomunikasi seluler melebihi standar 4G. akses internet 5G akan direalisasikan untuk smartphone tahun 2020. Ini menyusul adanya kesepakatan dari United Nation atau PBB. Seperti dikutip dari Digitalspy, Minggu (1/1/2015), seorang ahli komunikasi radio dari PBB telah menyusun roadmap untuk pengembangan teknologi akses internet 5G.

Dengan membuka jalan peluncuran dalam waktu lima tahun ke depan, pengguna ponsel pintar bisa mengakses internet cepat 5G tersebut. Secara teoritis, menurut ahli komunikasi radio, generasi kelima jaringan nirkabel untuk komunikasi mobile tersebut dikatakan mampu memberikan keceaptan hingga 1000 kali lebih cepat dari dari akses internet 4G.


Namun, penelitian untuk 5G lebih lanjut masih diperlukan sebagaimana handset Samsung telah melakukan ujicoba akses internet 5G tahun lalu, yang mencapai kecepatan puncak 7,5 Gbps atau 30 kali lebih cepat daripada koneksi 4G rata-rata.
5G sendiri sudah digunakan di beberapa negara maju untuk menunjang produktifitas di berbagai sektor seperti olahraga, industri, dan komunikasi.


Lalu apakah Indonesia siap dengan 5G?


Hasil observasi dan kajian Sobat Cyber Indonesia, Indonesia masih perlu pemerataan 4G sebelum berencana untuk mengimplementasikan 5G dikarenakan penyebaran jaringan sinyal 4G belum merata. Selain itu masih banyak perangkat digital di Indonesia yang belum bisa mendukung jaringan 5G.


Hal tersebut juga disampaikan oleh Menkominfo Johny G Plate, menurut Johnny sebelum merealisasikan jaringan 5G, Indonesia harus menuntaskan pemerataan seluruh jaringan terlebih dahulu. Jaringan tersebut mencakup 2G, 3G, hingga 4G.


Berdasar data Kementrian Komunikasi dan Infortika (Kominfo) pada tahun 2018, dari luas pemukiman di Indonesia seluas 44.565 kilometer persegi. Jaringan 2G sudah mencakup 98,44%, jaringan 3G sebesar 93,53%, dan 90,84% dari total luas pemukiman telah terlayanin jaringan 4G.
Pemerataan jaringan tengah dikejar dengan pembangunan 4.000 Base Transmission Station (BTS) pada tahun 2020. “Target utama kita menyelesaikan 4.000 BTS di tiap desa, dengan pembagian 50 persen di Papua dan sisanya tersebar di NTT, Maluku, Maluku Utara, dan beberapa tersebar di provinsi lain.” Penjelasan Anang Latif, Direktur Utama BAKTI pada sela kegiatan bertajuk Pemerataan Berbasis Ekonomi Digital, (31/10/2019).


Dengan selesainya program Palapa Ring, pembangunan jaringan internet hingga level desa perlu didahulukan agar seluruh wilayah Indonesia dapat terlayani 4G. Ketika seluruh wilayah sudah tercakup jaringan 4G, maka implementasi 5G dapat dilakukan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *