Chief RA : Terdapat Pekerjaan Rumah Untuk Menteri Selanjutnya

(22/10) Selesai sudah masa pengabdian Chief RA sebagai Menteri Komunikasi dan Informasi. Sehari sebelum diumumkannya kabinet yang membantu Presiden Jokowi di periode kedua, diadakan perpisahan dengan tajuk ‘5 Tahun Bersama Chief RA’ di Kementerian Komunikasi dan Informasi.
Banyak pihak yang kini bertanya-tanya, siapakah pengganti Rudiantara memimimpin Kemenkominfo? Apakah dapat melanjutkan kesuksesan Chief RA sebagai orang nomor 1 di kementerian yang dahulunya disebut Departemen Penerangan itu?
Disela-sela acara perpisahan dengan segenap karyawan Kemenkominfo, Chief menjelaskan harapannnya bagi Menkominfo selanjutnya. “Nomor satu yang penting bisa klik dengan bapak Presiden, karena bapak yang menentukan, apapun yang diputuskan Pak Jokowi harus kita dukung. Menurut saya baik berlatar belakang politik atau tidak berlatar belakang politik, yang penting bisa ngeklik dengan Presiden.”
Terdapat pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan oleh menteri selanjutnya, mulai membangun infrastruktur tanpa henti, mengembangkan ekonomi digital, dan menyelesaikan konsolidasi.
Disinggung terkait pembangunan 5G di Indonesia, “5G itu dimulai dari segmen korporasi, memang 5G memberikan kecepatan, tapi apakah masyarakat mau bayar tiga kali lebih mahal? Sepertinya masyarakat kita masih menimang-nimang kalau harus membayar berkali-kali lipat lebih mahal dari sekarang. Sedangkan untuk korporasi tak masalah, bagi bisnis selama menghasilkan lebih banyak dari pada yang dikeluarkan (red), jadi bisnis duluan.” Ungkap Chief.
Selain itu, saat ditanya mengapa pekerjaan rumah untuk konsolidasi, Chief Rudiantara menjelaskan faktor-faktor yang menyebabkan hal tersebut belum dapat diselesaikan di eranya. Menurut Chief yang menyebabkan belum dapat terselesaikannya konsolidasi yaitu “Perlu waktu terutama dari pemegang saham pengendali, di sisi pemerintah harus mempersiapkan frekuensi walau tidak seluruh Indonesia, dibagian-bagian tertentu dapat kita mulai. Yang penting modal bisnis untuk pasar korporasi.”
Chief RA pun dikenal berhasil dalam berhasil meningkatkan dalam pemberantasan konten negative, memberikan pesan bahwa dalam memberantas situs-situs yang melanggar kesusilaan. “Di negara lain, di amerika, di eropa, itu industri tersendiri sedangkan di kita tidak boleh. Jadi mau tidak mau dipromosikan disan, dibuat videonya terus, dibuat situsnya terus untuk dipromosika, itu yang membuat meningkat ratusan ribu.”
Diharapkan yang akan menjadi pengganti Chief RA di Kementerian Komunikasi dan Informasi, dapat meneruskan sukesor Chief dan mampu menyelesaikan pekerjaan rumah yang sudah menanti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *