Frekuensi Emas 700 MHz kunci dari Merdeka Sinyal.

Global System for Mobile Communications Association (GSMA) telah memproyeksikan, pengalokasian frekuensi 700 MHz untuk penggunaan internet pada perangkat bergerak (mobile broadband) akan memberikan manfaat ekonomi US$ 11 miliar, atau sekitar Rp 161 triliun untuk perekonomian Indonesia pada periode 2020-2030. Nilainya setara dengan tambahan produk domestik bruto (PDB) 1%.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) tengah berupaya untuk mempercepat digitalisasi nasional, terutama di sektor penyiaran digital lewat kebijakan migrasi TV analog ke digital (analog switch off/ASO). Pasalnya, frekuensi 700 MHz saat ini masih diduduki oleh layanan TV analog. Johnny Menjelaskan, penyelesaian program ASO sendiri mesti dilakukan demi meningkatkan kualitas layanan internet broadband di Tanah Air. Sebab, frekuensi 700 MHz (frekuensi yang masih dipakai untuk penyiran televisi analog) sendiri memang ideal untuk layanan akses internet broadband.  “Dengan migrasi teknologi digital (ASO), maka dari 328 MHz yang saat ini seluruhnya digunakan untuk penyiaran televisi teknologi analog, akan dihasilkan penggunaan efisiensi spektrum untuk menambah kapasitas jangkauan dan kualitas internet broadband,” jelas Menteri Kominfo RI

“Pita frekuensi 700 MHz adalah kunci dari pemerataan akses layanan seluler di Indonesia, karena Karakteristik teknis dari spektrum ini memungkinkan jangkauan lebih baik dengan infrastruktur lebih sedikit dibanding spektrum yang lebih tinggi. Dan juga membutuhkan lebih sedikit menara pemancar, ini sangat cocok untuk di daerah rural, dari frekuensi emas 700 MHz ini ini Indonesia bisa merdeka sinyal”. Terang Al Akbar R (founder Sobat Cyber Indonesia)

Akbar juga menjelaskan jika “Kami sebagai masyarakat juga berharap nantinya kebutuhan industri penyiaran dan ruang digital dapat terpenuhi. Dan juga kami mendukung revisi UU Penyiaran juga dibahas di Omnibus Law RUU Cipta Kerja ini agar bisa mempercepat pemerataan akses internet broadband di seluruh Indonesia. Kami yakin apa yang di lakukan pak menteri Kominfo RI adalah terobosan yang berani dan juga tepat untuk percepatan digitalisasi di Indonesia” Jelas Akbar.

Kami juga melihat pemanfaatan Frekuensi 700 MHz untuk layanan selular lebih banyak manfaatnya untuk seluruh masyarakat Indonesia, karena penetrasi penguna internet di Indonesia dan juga pendapatan kontribusi sector komunikasi dan informasi (ICT) untuk pertumbuhan PDB (Produk Domestik Bruto) Pada tahun 2019 adalah 9,71%. Ini membuktikan jika layanan internet broadband lebih merata akan memberikan pendapatan negara. Pungkas Akbar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *