Gerakan Nasional Literasi Digital (Siberkreasi) Perlu DI Evaluasi.

Saat ini kita sudah memasuki era digital, di mana segalanya sudah serba digital ditambah lagi dengan penggunaan gadget yang sudah marak. Saat ini hampir lebih setengah penduduk dunia sudah melek digital, artinya bahwa semua sudah mengenal digital dan pastinya sudah mengenal gadget.

Perkembangan era digital ini akan dapat berdampak negatif jika kita manusia tidak bisa menggunakan digital dengan baik. Anak-anak akan terkena dampak negatif seperti cacat mental, tidak mengenal lingkungan dengan baik, cuek terhadap orang lain karena terlalu sibuk dengan gadgetnya,menjadi korban pembullyan dan lain sebagainya.sudah banyak nya kasus yang akhir-akhir ini ramai di jagat media sosial akibuat kurang nya literasi digital seperti kasus Ferdian Paleka hingga kasus indira kalistha.

Hal tersebut menunjukan bahwa literasi Digital menjadi kebutuhan mendesak sekarang ini, sebab kemajuan teknologi yang tidak dapat diimbangi oleh kecerdasan dalam menggunakan teknologi modern akan sangat berbahaya.  

“Kami melihat dan yakin Bapak Menteri Komunikasi dan Informatika, Yaitu bapak Johnny G Plate memiliki semangat yang sama untuk mewujudkan literasi digital yang tinggi untuk masyrakat, dan kami yakin bapak menteri Johnny G Plate adalah sosok yang konsisten dalam menanggulangi potensi bahaya penyebaran konten negative seperti hoax, cyber bullying, hate speech” ujar Al Akbar Rahmadillah selaku founder Sobat Cyber Indonesia.

“Maka dari itu kami Literasi Digital tidak boleh di kanalisasi dan harus lebih inklusif,  masif, serta harus bisa mengakomodir komunitas-komunitas dan juga seluruh element masyarakat. bukan hanya komunitas yang itu itu saja, karena literasi digital adalah semangat bersama mencerdaskan di dunia digital dengan gerakan yang inklusif bukan eksklusif”  jelas Al Akbar Rahmadillah selaku founder Sobat Cyber Indonesia.

Beliau pun menambahkan Tentunya literasi digital harus dilakukan tanpa pandang bulu, inklusif, masif dan bersama-sama tidak boleh dikanalisasi oleh beberapa komunitas saja, karena literasi digital adalah tanggung jawab bersama, namun nyatanya masih banyak komunitas-komunitas atau kelompok masyarakat yang peduli dengan literasi digital namun tidak terakomodir dengan baik.

“solusinya adalah siberkreasi harus di evaluasi sebagai gerakan nasional literasi digital, karena semangat gerakan harus mengakomodir seluruh element masyarakat dari seluruh lini” pungkas Al Akbar Rahmadillah founder Sobat Cyber Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *