GUGATAN RCTI ke MK : Content Creator Bersuara

Jakarta, 01/09/20 Maraknya berita RCTI, iNews menggugat MK (Mahkamah Konstitusi) menjadi trending topik di dunia sosial media dan jagat maya, maka dari itu Sobat Cyber Indonesia mengadakan Webinar Live on Youtube Sobat Cyber Indonesia Official dalam segmen “Logika Wanita Indonesia” dengan tema “Bagaimana Nasib content creator?”.

Virna Lim Ketua Umum Sobat Cyber Indonesia mengatakan Remaja millenial zaman sekarang lebih cenderung menggunakan platform digital semacam youtube, instagram, twitter dll. Beberapa dari remaja tersebut bahkan tidak hanya menjadi konsumen, banyak pula yang menjadi produsen alias content creator.

Dalam acara Webinar Sobat Cyber Indonesia Official dalam segmen Logika Wanita Indonesia yang dihadiri oleh Amanda Julia Isa (Co-Founder Tech.Lads), Afini Putri Rahmatika (Influencer Jawa Timur), Dina Safitri (Beauty Vlogger), Audrey (Influencer).

Gugatan tersebut mendapat sorotan lantaran dampak apabila permohonan itu diterima memuat siapa pun pihak yang live dimedia sosial Instagram, Facebook, hingga Youtube harus mengantongi izin Kominfo.

Virna Lim menegaskan dalam gugatan RCTI ke MK bahwa content creator bisa kreatifitas di sosial media, hanya saja setiap melakukan live streaming harus memiliki izin dan melalui proses. Jika gugatan di kabulkan, apakah content creator siap bersaing dengan Industri besar di kemudian hari? Live di Platform Digital begitu penting, terlebih setelah Pandemi Covid-19 melanda di Indonesia, banyak terbukanya peluang mencari ekonomi baru melalui ruang digital, live melalui sosial media salah satu hal penting yang di lakukan agar konsumen percaya.

Menurut Afini Putri Rahmatika Gugatan RCTI ke MK kalau yang dibahas OTT ini terlalu luas jangkauan nya dan beda arah. bisa jadi hal yang terburuk terjadi kalau pihak OTT nya ngambek ya gausah di Indonesia. menurut saya, dari platform di sosial media mereka punya tombol report yang bisa diklik oleh orang-orang bila kontent itu tidak sesuai.

Masyarakat sudah tidak ada kepercayaan terhadap media televisi sehingga mereka beralih ke sosial media. dengan perkembangan zaman ini dari sisi penyiaran dalam bersaing itu harus bener mempunyai kreatif. Menurut saya, “kalau peraturan penyiaran dengan OTT disamakan menurut saya itu tidak bisa dan berdampak luar biasa.” Ungkap Afini Putri Rahmatika.

Co-Founder Tech.Lads Amanda Julia Isa mengungkapkan kita harus berbaik sangka segala sesuatu yang perlu disiapkan dan kita harus kawal bersama untuk membuat regulasi dan kebijakan yang sekiranya bisa membuatkan win win solution. perlu aturan bagi sekiranya dan batasan-batasan nya. dari kacamata perspektif yang lebih luas menguntungkan bagi teman-teman yang memiliki konten yang tujuan nya mengedukasi masyarakat. harapan kita semua ya kita tidak mau kebebasan kita bersuara dibatasi, harus ada aturan-aturan yang melindungi content creator. tidak ada batas dalam kreatifitas dan kita juga harus dilibatkan terbentuklah ekosistem digital.

“akan adanya jenjang-jenjang menyiarkan ketika kita menekan tombol live harusnya tidak akan ada masalah apa-apa. kalau sampai meresakan ya memang harus dikontrol masyarakat dan dikontrol sama pemilik nya juga. platform aplikasi nya juga memiliki konten yang menarik dan positif konten. kita kawal bersama dan semangat juga para UMKM, kita harus membuat sebuah gerakan dan sebuah kolaborasi yang tentunya bisa memberikan manfaat yang lebih baik.” Tambahnya.

Dina Safitri menegaskan kita sebagai content creator saya merasakan kalau live streaming di sosial media mana pun dihapus kita dapat membatasi kreatifitas kita disosial media, karena kita bisa berinteraksi di sosial media dan kita juga berbagi ilmu. Apalagi sekarang dipandemi Covid ini semuanya itu melalui online dan UMKM pun juga terhambat bila live streaming di sosial media di hapus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *