Penjelasan Ekosistem 5G Dan Lelang Frekuensi 5G

Indonesia sedang bersiap menghadirkan 5G seperti yang telah digaungkan Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate beberapa waktu lalu. Untuk itu Kemenkominfo tengah mempersiapkan apasaja yang akan dilakukan untuk menghadirkan 5G tersebut ditahun 2021.

Dalam sebuah Webinar Sobat Cyber Indonesia dengan tema “5G Indonesia 2021 : Bagaimana Ekosistemnya?” pada Jumat (22/01/21), yang dihadiri oleh Direktur Standardisasi SDPPI Kemkominfo Mulyadi, Ketua Umum APJII Jamalul Izza, PR Manager OPPO Indonesia Aryo Meidianto dan Country Director Qualcomm Indonesia Shannedy Ong

Direktur Standardisasi SDPPI Kemkominfo Mulyadi mengatakan Karena pandemi teknologi digital mengambil-alih banyak Cara kita untuk bekerja Dan nantinya akan menjadi kebutuhan infrastruktur di masa depan .

Dari bapak Jokowi Terdapat lima langkah percepatan transformasi digital pertama Segera lakukan percepatan perluasan akses dan peningkatan infrastruktur digital dan penyediaan layanan internet kedua persiapkan roadmap transformasi digital di sektor-sektor strategis ketiga percepat integrasi pusat data nasional keempat siapkan regulasi skema skema pendanaan dan pembiayaan kelima siapkan kebutuhan SDM talenta digital.

“Oleh karena itu kominfo melakukan beberapa program di antaranya ada 4 program yang diberlakukan yaitu infrastruktur internet, Kebijakan pengembangan teknologi, pengembangan SDM dan talenta bidang digital, percepatan legilasi primer dan hubungan internasional.” Kata Mulyadi

“5G merupakan pintu gerbang menuju transformasi digital berdaya saing Banyak hal yang didapatkan dari 5 kg yaitu Kecepatan lebih tinggi, Untuk keperluan critical IOT  dengan mobile Little sangat cepat.  5G menawarkan konektivitas tanpa batas, menciptakan jaringan yang inovatif dan efisien, merevolusi pengalaman menikmati layanan broadband, memunculkan lebih banyak Pak pengguna kasus dan bussines cases,  enabler transformasi digital di banyak sector.” Imbuhnya.

“Kalau di Indonesia masih mengkaji namun untuk di luar negeri Ada suatu kajian bahwa dengan Adanya 5g ini mendorong tumbuhnya ekonomi di negara tersebut.  karena dengan penggunaan 5g ini banyak benefit perekonomian yang akan tumbuh” Ujarnya

Penggelaran 5G di Indonesia ini memberikan suatu experience suatu layanan lebih baik bagi masyarakat Indonesia dan juga ikut mendorong industri-industri itu sendiri dan memajukan perekonomian Indonesia. masukan, support dan kolaborasi dari semua stakeholder memang sangat dibutuhkan dalam penggelaran 5G di Indonesia ini.

“Sebenarnya untuk lelang mengenai 5G kita belum berlakukan, semuanya masih dikaji koneksi mana yang akan dirilis oleh 5G kemudian proses pelelangan nya pengkajiannya memang belum selesai, ditargetkan memang akhir tahun ini, sesuatu rekomendasi yang dihasilkankan oleh TASPOS ini untuk menentukan peta jalan implementasi 5G yang ada di Indonesia.”

Mulyadi berharap Dari pemerintah mengharapkan bahwa  penggelaran 5G ini bisa di samping memberikan layanan  yang bermanfaat juga dapat mendorong  tumbuhnya industri di dalam negeri akan memberikan dampak ekonomi dan kita dapat menikmati serta menjadi pemain pagelaran 5G ini dan perlu kerjasama masukan, support dengan stakeholder. di Indonesia tidak bisa jalan sendiri karena pemerintah hanya mendorong tapi pelaksanaannya ada di industri itu sendiri oleh karena itu perlu adanya harmonisasi dan kerjasama yang baik menjadikan layanan 5g ini seperti rumah sendiri.

Menanggapi hal tersebut Jamalul Izza Ketua Umum APJII pengguna internet di Indonesia selalu meningkat setiap tahunnya Selular di Indonesia cakupan 4g  saja masih 5% Bagaimana untuk melangkah menjadi 5G ini merupakan tantangan besar. Karena struktur negara Indonesia sangat berbeda pulau-pulau sehingga untuk mendapatkan jaringan menjadikan kendala tersendiri dalam menerapkan 5G.

“Ekosistem 5g membutuhkan perkembangan industri vendor yang berkembang pesat mulai dari pembuatan perangkat, pasokan dan pemeliharaan jaringan, integrasi sistem, pengujian dan validasi serta konsultasi. Jangan sampai terjadi masalah lagi 5g rasa 4G atau 4G rasa 3G karena itu sudah menjadi permasalahan hingga saat ini.” Ujar Jamalul Izza

Yang menjadi persoalan saat ini kita harusnya membuka mata Bahwa masyarakat kita hanya membutuhkan koneksi internet tidak memikirkan entah itu 4G atau 5g yang terpenting terhubung dengan internet. Sudah ada beberapa desa yang kami kembangkan untuk adanya jaringan internet sehingga mampu masuk kedalam pelosok-pelosok desa di sekitarnya.

Jamalul Izza mengatakan Mimpi kita di 2022 seluruh desa Udah mampu terkoneksi dengan internet Dan tidak tergantung oleh jalur koneksi luar negeri mampu memiliki jalur koneksi tersendiri di Indonesia. Kita cukup bangga Indonesia masuk ke dalam top 5 FTTH APAC 2020 Peringkat ketiga.

“Untuk pandangan infrastruktur ini memang masih menjadi tarik ulur Ada yang setuju dengan infrastruktur sharing maupun tidak. Namun infrastruktur ini harus tetap berjalan bagaimanapun caranya. Infrastruktur sering akan berjalan dengan sendirinya kita harus tetap mempererat kerjasama untuk membangun infrastruktur tersebut secara Netral.” Ujar Jamalul Izza

OOT di Indonesia sampai sekarang belum ada kontribusi selama mereka bisa ngambil keuntungan tanpa harus mengeluarkan  “ya mereka tidak akan ngambil . saya lebih setuju membangun konten-konten dalam negeri  Bagaimana cara menjaga kita tidak keluar dari dalam negeri Berani tidak berani membuat sebuah OTT beberapa teman-teman kita sudah mendorong untuk membuat regulasi yang sangat tegas untuk pembuatan ott sekarang kembali lagi berani atau tidak kalau kita berani Ayo kita buat kalau tidak berani ya bakal susah.” Tambah Jamalul Izza

Jamalul Izza menegaskan Masyarakat itu hanya membutuhkan internet cepat udah itu doang nggak butuh nama-nama jaringan kaya 4g,3g ,5g dll.   tapi kalau kita memang mendorong untuk teknologi yang lebih baik lagi.

Ketua Umum APJII berharap 5G ini mampu masuk ke pelosok-pelosok daerah sesuai yang diinginkan oleh pemerintah Dan ini merupakan menjadi tantangan Bagaimana caranya 5 g ini bisa berjalan dengan cepat,  makanya dari ekosistem tadi semuanya menjadi terkait

Aryo Meidianto PR Manager OPPO Indonesia mengatakan Kalau ngomongin soal 5G sebenarnya kita sudah membentuk dari April 2015 sampai 2019 meluncurkan komersialisasi perangkat Oppo Reno 5G pertama kali untuk pasar Eropa. Panggilan video call pertama di Indonesia menggunakan jaringan 5G yaitu November 2019 dilakukan bersama Telkomsel di Batam menggunakan frekuensi 3,5 GHz diuji dengan perangkat Reno 5G.

Dilihat dari potensi 5G di Indonesia sebelumnya memang jaringan latensi sangat rendah tapi karena kondisi pandemi membuat konsumsi digital dan multimedia masyarakat meningkat sehingga potensi pasar penjualan Oppo di Desember 2020 habis 1 juta unit.

“Kebetulan dari Oppo yang memiliki jaringan 5G hanya ada dua tantangan 5G di Indonesia itu belum Tersedianya jaringan 5G sebagian besar vendor Smartphone  akan membawa perangkat dengan jaringan 5G pada 2021 setidaknya untuk Oppo ada Kurang lebih 3 perangkat 5 G yang lagi dipersiapkan kan lalu regulasi dan aturan main serta penetapan Jaringan 5G yang diusung akan mempermudah vendor untuk menyediakan berbagai macam perangkat 5G di Indonesia.” Ujar Aryo

Pengembangan ekosistem 5G di Indonesia dengan kolaborasi stakeholder 5G, menggali potensial untuk konsumen, bekerja sama dengan para pengguna jaringan 5G untuk bersama mengembangkan ekosistem 5G.

“Nanti 5G akan menjadi faktor  yang mungkin akan menjadi menarik bagi konsumen namun yang lebih menarik sekarang adalah edukasi konsumen jadi jaringan 5g itu untuk apa karena yang banyak diketahui oleh masyarakat itu 5g hanya untuk download cepat tapi sebenarnya potensial dari jaringan 5g itu sangat banyak dengan latency rendah misalkan kita bisa memanfaatkan computing untuk bekerja maupun computing untuk bermain game , streaming dengan kualitas tinggi dsb. Dan mampu menyimpan sesuatu dengan mudah di Cloud Atau lainnya.” Kata Aryo

Aryo berharap posisi oppo sebagai vendor  sebenarnya tidak hanya untuk menyajikan sebuah perangkat 5g di Indonesia tapi juga sebagai kolaborasi juga yang bersedia untuk berkontribusi baik sesama stakeholder maupun dengan pemerintah bagaimana kita mewujudkan sebuah jaringan 5g yang nantinya akan bermanfaat untuk semua masyarakat

Country Director Qualcomm Indonesia Shannedy Ong menanggapi Kita fast forward ke 5G diawal tahun 2019 itu ada lebih dari 20 operator  dan juga lebih 20 OEM partner yang sudah longs 5G itu pada saat di tahun 2019. Jadi ada peningkatan trafik teknologi 5G ini 10 kali lipat dibandingkan dengan teknologi 4G.

“5G ini adalah kita tidak bisa melihat spesifik 5G ini hanya sub six 5G Cuma milimeterwave atau 5G Cuma lowbands. 5g itu adalah kombinasi dari low mit sama high bands, karena itu adalah karakteristik dari 5G. Dan masing-masing frekuensi pun mempunyai keunggulan masing-masing  dan 5G ini juga terbagi jadi dua yaitu standalone dan non standalone.” Ujar nya

Shannedy mengatakan ada beberapa ekosistem 5G yang sudah available di market. bahwa intotal itu sudah  lebih dari 700 5G devicesis long atau pun masih dalam development. 700 ini meliputi smarthphone atau handset, 5G CPE baik itu outdoor atau indoor, 5G modul ataupun sekarang laptop juga sudah ada yang 5G yang memakai teknologi lebih dari qualcomm snapdragon.

“bahwa rencana comersillisasi ini 5G ini boleh dibilang sudah mencapai mainstream sudah sampai lebih  dari 35 negara yang sudah mengkomersialisi 5G dan dari sisi device 5 ekosistem nya pun  sudah lebih  dari 700 model dan ada lebih dari  55 OEM  yang sudah memproduksi  5G device dan ekonomi off skill nya kurang dari 2 tahun kita sudah mencapai sub 200 dollar atau kurang dari 200 dollar handset.” Tambahnya

Shannedy menegaskan kita harus berkolaborasi antar beberapa atau semua ekosistem partner untuk bersama-sama membangun yang namanya 5G ekosistem supaya kita bisa fastrack to commersialisasi 5G dengan lebih cepat. 5G itu adalah kombinasi antara low, mid, dan high bands. Tergantung dari development design planning dan juga tergantung dari klaster-klaster yang mau di deploy.

Shannedy berharap kita bisa kerjasama untuk mempercapat komersialisasi 5G karena teknologi 5G ini sangat berbeda dibandingkan dengan teknologi-teknologi sebelumnya. Teknologi ini akan membawa perubahan yang sangat signifikan, bukan Cuma dari sisi teknologi tapi juga dari sisi ekonomic impact ke Indonesia juga.

(Bams)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *