Pentingnya Gerak Cepat Sandiaga Uno Dalam Membangun Ekosistem Pariwisata Berbasis Digital Ditengah Pandemi

Pandemi COVID-19 yang telah melanda Indonesia membuat industri pariwisata kewalahan. Industri pariwisata mengalami penurunan permintaan tajam dari wisatawan domestik maupun mancanegara sebagai akibat dari pemberlakuan kebijakan pembatasan perjalanan.

Pariwisata adalah satu sektor yang terdampak sangat signifikan akibat pandemi COVID-19. Pemerintah daerah berupaya untuk memulihkan industri pariwisata agar pertumbuhan ekonomi daerah tetap berjalan. Pandemi COVID-19 ini membentuk ekosistem baru berbasis digital. Seluruh dunia pun terkoneksi dengan internet. Contohnya, kini para travelers cukup mengandalkan platform digital untuk mencari, memesan bahkan melakukan pembayaran. Digitalisasi ini memperluas kesempatan bagi sektor ekonomi kreatif. Peluang ini perlu ditangkap, dalam rangka pemulihan ekonomi yang terdampak pandemi COVID-19.

Pada saat travelling, 27 persen dari wisatawan menggunakan smartphone untuk mencari suatu tempat (destinasi) atau kegiatan dan 21 persen menggunakan komputer tablet. Kemudian, 70 persen pengguna sosial media untuk mengunggah foto dan status mereka ketika travelling. membangun ekosistem pariwisata berbasis digital itu dibutuhkan untuk mengembangkan tourism 4.0, terlebih di era digital seperti sekarang. Masyarakat khususnya generasi millenial, menurutnya, sudah sangat dimudahkan dengan adanya media sosial.

Sementara itu, perkembangan teknologi, informasi, dan komunikasi yang terus meningkat membuat jumlah pengguna internet semakin bertambah setiap tahunnya. Laporan survei yang diterbitkan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) berdasarkan penelitian sepanjang 2019-2020, disebutkan bahwa terdapat 196,71 juta penduduk Indonesia yang telah terkoneksi dengan internet dari total populasi 266,91 juta penduduk Indonesia. Survei APJII ini juga menjelaskan bahwa rata-rata orang Indonesia menghabiskan waktunya di internet sebanyak 8 jam lebih setiap harinya.

Harus diakui, bahwa kemunculan internet dan digitalisasi telah membawa banyak dampak positif bagi manusia. Digitalisasi pada sektor pariwisata juga mampu memberikan banyak manfaat ke banyak industri. Dari sisi penyedia jasa, kehadiran internet memberikan sumbangsih yang luar biasa terhadap penghematan biaya operasional dan penggunaan waktu. Misalnya saja untuk beriklan dan berpromosi ke pasar Eropa. Untuk itu, dalam rangka menyasar pasar yang potensial, khususnya pada daerah-daerah dengan potensi wisata yang luar biasa, perlu dibangun sarana dan konsep pemasaran yang baik, matang, dan tidak ala kadarnya.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan upaya pemulihan sektor kepariwisataan melalui 3 strategi yang tertuang dalam program kerja (Inovasi, Adaptasi, dan Kolaborasi) sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’aruf Amin.

Menparekraf Sandiaga Uno menjelaskan pentingnya optimalisasi penggunaan digital untuk memperkuat pasar industri kreatif melalui sektor publik sebagai fasilitator inovasi produk dalam rangka menjaga dan mengawal ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif.

Pergerakan kunjungan wisatawan di Indonesia juga terbantu karena generasi milenial yang sangat aktif berselancar dan berbagi di dunia maya. Di sisi lain, generasi milenial juga terbiasa terkoneksi secara digital. Dengan begitu, go digital dapat menjadi terobosan baru dalam memasarkan destinasi wisata di daerah, utamanya untuk menyasar pasar generasi milenial yang memiliki jumlah besar. Namun di lapangan, masih banyak destinasi wisata yang merasa dan dinilai belum siap, khususnya terkait dengan jaringan internet. Dapat disimpulkan bahwa internet atau penggunaan media digital harus terus dioptimalkan untuk menunjang pemasaran destinasi wisata. Dengan mengajak Content Creator  dan Netizen dalam memanfaatkan internet untuk media berpromosi secara online tidaklah mematikan pemasaran secara konvensional, tetapi justru saling menguatkan. Meski promosi secara langsung (word of mouth) masih dianggap paling ampuh dan berhasil, tentu kita semua sepakat bahwa Content Creator dan Netizen perlu berpromosi melalui internet agar lebih optimal, diharapkan dapat meningkatkan ketertarikan calon wisatawan untuk datang ke destinasi yang belum terkenal.

Gerak cepat yang dilakukan Menteri Uno memberi energi baru terhadap upaya pemulihan ekonomi khususnya sektor kepariwisataan yang tahun 2020 ini sangat terimbas Covid-19 dan menumbuhkan penyediaan atau supply yang meliputi persiapan destinasi wisata, membangun infrastruktur, menciptakan dan membangun daya tarik, monitoring protokol CHSE di setiap destinasi wisata, peningkatan kualitas SDM, serta peningkatan kualitas dan kuantitas produk ekonomi kreatif.

(Al Akbar Rahmadillah – Founder Sobat Cyber Indonesia)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *