Perlindungan Data Konsumen,Studi Kasus : Peretasan Data E-Commerce di Indonesia

Di era digital saat ini, begitu banyak hal yang menggunakan data pribadi untuk menggunakan platform digital seperti media sosial, e-commerce, dan lain sebagainya. Agar memperoleh akun untuk dapat menggunakan platform tersebut, terkadang kita harus memasukan data kita baik itu nama, tanggal lahir, nomor handphone, dan lainnya.
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius hampir diseluruh negara, sebab apabila tidak dilakukan perlindungan terhadap data tersebut, banyak celah untuk penyalah gunaan data pribadi dan kejahatan demi keuntungan pribadi.


Dalam upaya perlindungan data pribadi, perlu dilakukan oleh seluruh pihak, seperti yang dipaparkan oleh Riki Arif Gunawan selaku Kasubdit Pengendalian Sistem Elektronik, Ekonomi Digital, dan Perlindungan Data Pribadi Kominfo “Perlindungan data pribadi harus dilakukan oleh seluruh pihak baik itu konsumen selaku pengelola data untuk tidak sembarang memberikan data, penyedia layanan sebagai pengelola data, dan pemerintah pembuat regulasi.”
“Konsumen memiliki peran penting dalam sebuah industri tetapi posisinya sering terpinggirkan dalam perlindungan hak-haknya.” Ujar Bambang Soemantri, Komisioner Badan Perlindungan Konsumen Nasional.


Sering terjadi pelangggaran terhadap hak konsumen, termasuk dalam perlindungan data pribadi konsumen. Tercatat beberapa kali terjadi pembobolan data pribadi pada beberapa platform seperti tokopedia.
“Ekonomi digital Indonesia yang kini sedang bergerak, terlebih ditengah pandemi yang menuntut masyarakat untuk beraktivitas secara daring sehingga perlu menjadi perhatian dan upaya lebih tegas dalam melindungi data pribadi tersebut.” Tambah Heru Sutadi yang merupakan Direktur Eksekutif ICT Institute.


Mengutip pidato kenegaraan dalam rangka HUT ke-74 RI yang disampaikan Presiden Joko Widodo dihadapan DPR dan DPD bahwa “Kita harus siaga menghadapi ancaman kejahatan siber, termasuk kejahatan penyalahgunaan data. Data adalah jenis kekayaan baru bangsa kita, kini datra lebih berharga dari minyak.”


Dengan itu seluruh elemen baik konsumen, penyedia layanan, dan pemerintah harus memberikan perhatian serius dalam uapaya melindungi data pribadi disaat bangsa Indonesia bersiap menghadapi revolusi 4.0 yang semakin nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *