Perlindungan Konsumen Digital di Tengah Pandemi Covid-19

Sejak pandemi covid-19 melanda dunia, banyak sektor yang mulai bergeser dari konvensional menjadi dilakukan secara digital. Bekerja secara daring, belajar jarak jauh, hingga mencari hiburan dilakukan dengan cara digital. Kondisi tersebut menunjukan angka travic digital semakin tinggi.
Platform platform digital saling berlomba memberikan fasilitas agar masyarakat tetap dapat melakukan berbagai aktivitas walau dari rumah.
Dengan meningkatnya angka penggunaan digital di Indonesia sejak diberlakukannya himbauan dirumah aja, maka perlindungan konsumen khususnya di sektor digital harus semakin ditingkatkan. Nurul Yakin Setyabudi, selaku Komisioner BPKN menjelaskan “ekonomi digital saat ini menjadi backbone sekarang dan masa depan, terlebih covid-19 memaksa banyak persoalan diselesaikan dari rumah. Sehingga infrastruktur, kehandalan, kualitas harus ditingkatkan.”


“BSSN dan Kominfo perlu lebih proaktif dalam membuat benteng benteng dalam melakukan cyber patrol untuk melindungi konsumen.” Tambah Nurul Yakin.
Selain pada aturan dan perlindungan konsumen yang dilakukan pemerintah, Roy Suryo yang merupakan pakar telematika menerangkan bahwa diperlukan literasi pada masyarakat agar tidak dengan mudahnya memberikan data pribadi ataupun izin akses pada layanan digital yang mencurigakan.


Selain itu pada sesi tanya jawab dengan penonton webinar dengan tema terdapat beberapa perntanyaan terkait permasalahan yang dialami konsumen, seperti yang ditanyakan Pricilia Agatha kalau internet down apakah perusahaan menanggung kerugian seperti yang dirasakan konsumen? Serta N Fitrah Ramadhan yang menanyakan bagaimana tanggapan BPKN terhadap perlindungan konsumen pada kasus first media?
“Apabila terjadi layanan down, seharusnya pihak penyelenggara memberikan pergantian kerugian yang dialami konsumennya, selain itu negara perlu melindungi hak masyarakatnya.” Jawab Roy Suryo
Selain itu Nurul Yakin menjawab “Pihak operator harus menunjukan itikad baik kepada konsumennya dengan berbagai bentuk disamping itu perlu adanya pembelajaran sehingga tidak terulang.”


Perlunya penguatan regulasi dan patroli yang dilakukan oleh pemerintah, serta literasi pada masyarakat yang harus ditingkatkan dalam perlindungan konsumen. Diperlukan bahu membahu antara pemerintah dan masyarakat untuk kepentingan masyarakat lebih besar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *